Berita
    [ PT. PAECO AGUNG ] Jangan lupa masukkan email anda di kolom subscribe di bagian bawah halaman ini agar mendapat update terbaru dari kami    [ PT. PAECO AGUNG ] Kami mendukung program pemerintah untuk membatasi pemakaian antibiotik    [ PT. PAECO AGUNG ] Jangan lupa kunjungi terus website kami untuk mendapatkan info terbaru dari kami. Selamat beraktifitas!!!    [ PT. PAECO AGUNG ] Marhaban Yaa Ramadhan,.. Kami PT. PAECO AGUNG mengucapkan "Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan". Selama Bulan Ramadhan, Kantor kami tutup pukul 16.00 WIB.

TANDA BAHWA ANJING TERKENA RABIES

- TANDA BAHWA ANJING TERKENA RABIES

BAHAYA RABIES

Rabies atau sering disebut penyakit anjing gila merupakan penyakit serius yang menyerang otak dan sistem saraf. penyakit ini disebabkan oleh jasad renik kecil (virus rabies) yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan hanya dapat dilihat dengan alat khusus yang disebut mikroskop elektron. Oleh sebab itu, penyakit ini sangat ditakuti dan menimbulkan rasa tidak tentram di kalangan masyarakat, karena penyakit ini dapat menular pada manusia dan selalu berakhir dengan kematian. Menurut data yang dihimpun Kementrian Kesehatan Indonesia, terdapat sekitar 70 ribu kasus gigitan hewan penular rabies di tahun 2013. Dari keseluruhan kasus tersebut, terdapat 119 orang di antaranya yang positif terkena rabies.

Di tahun 2013 tersebut, Provinsi Bali masih menjadi daerah paling banyak mendapat kasus gigitan hewan penular rabies dengan persentase hampir mencapai 60 persen dari total kasus di seluruh Indonesia. Sedangkan daerah kedua paling banyak mendapat kasus gigitan hewan penular rabies adalah Provinsi Riau (7,4 persen), diikuti Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Mengingat akan bahaya dan keganasannya terhadap kesehatan dan ketentraman hidup masyarakat, maka usaha pencegahan dan pemberantasan penyakit ini perlu dilaksanakan secara intensif oleh masyarakat, terutama sekali dalam mengontrol populasi anjing dengan membatasi dan meregistrasi serta mentaati peraturan pemeliharaan bagi anjing-anjing peliharaan dan mengeliminasi anjing-anjing yang berkeliaran. Peningkatan peran aktif masyarakat ini dilakukan melalui kegiatan penyuluhan.

HEWAN YANG RENTAN TERKENA RABIES

                Semua hewan berdarah panas rentan dengan Rabies. Penyakit Rabies secara alami terdapat pada bangsa anjing, kucing, kera, kelelawar, dan karnivora liar.

 

TAHAPAN PENYAKIT RABIES

                Untuk mengetahui hewan tersebut teninfeksi rabies, ada dua macam gejala yang dapat diketahui yaitu :

PERTAMA, sikap hewan menjadi garang dan ganas sehingga disebut rabies ganas dengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Tidak mau lagi menuruti perintah pemiliknya
  • Takut pada air
  • Air liur keluar berlebihan
  • Ekor dilengkungkan ke bawah perut diantara dua paha
  • Menyerang dan menggigit siapa saja yang dijumpai
  • Kejang-kejang dan kemudian lumpuh
  • Biasanya mati setelah sakit 4 -7 hari

KEDUA, sikap hewan menjadi tenang sehingga disebut rabies tenang dengan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk
  • Kejang-kejang berlangsung sangat singkat, bahkan sering tidak sempat terlihat
  • Terjadi kelumpuhan, tidak dapat menelan, mulutu terbuka dan air liur keluar berlebihan
  • Kematian terjadi dalam waktu singkat

PENCEGAHAN RABIES

                Hewan anjing, kucing, kera dan yang sejenisnya memang berperan dalam penularan penyakit rabies. Namun, perhatian yang utama ditujukan pada jenis hewan anjing, karena hewan ini sangat berperan dalam penularan penyakit rabies. Berikut adalah usaha-usaha yang dapat dilakukan dalam pencegahan dan pemberantasan penyakit rabies.

  1. Pemeliharaan anjing harus dibatasi. Dalam artian, anjing dipelihara kalau memang betul-betul diperlukan saja seperti untuk menjaga keamanan rumah/kebun atau untuk kesayangan. Karena, selain dapat meinmbulkan bahaya rabies, anjing juga dapat mengotori lingkungan dan dapat menularkan penyakit lain pada manusia seperti penyakit cacing pita.
  2. Pemeliharaan anjing piaraan harus mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku, yaitu tidak boleh dibiarkan bebas berkeliaran untuk tidak mengganggu orang lain dan supaya terhindar dari tertular penyakit rabies. Hewan ini harus didaftarkan pada kantor kepala desa.
  3. Pemilik wajib melakukan vaksinasi rabies pada anjing, kucing, atau kera piaraannya secara teratur tiap tahun pada petugas dinas peternakan berwenang, puskeswan, poskeswan atau dokter hewan praktek terdekat dan meminta kartu tanda vaksinasi untuk disimpan baik-baik.
  4. Anjing yang berkeliaran harus direhabilitasi/diberantas secara Bersama-sama oleh warga desa dengan perintah Kepala Desa.

TINDAKAN PADA ORANG YANG DIGIGIT HEWAN TERJANGKIT RABIES

                Setiap kejadian penggigitan orang oleh anjing, kucing, kera atau hewan sejenisnya pada daerah tertular rabies, maka hewan dipandang sebagai tersang

ka rabies dan orang (penderita gigitan) perlu tindakan segera sebagai berikut :

  1. Mencuci luka gigitan dengan sabun detergent atau sabun cair yang diulang-ulang selama 5 – 10 menit dan kemudian dikeringkan, supaya bibit penyakit mati.
  2. Luka yang sudah bersih dan kering diberi obat seperti obat merah/betadine atau alcohol 70%.
  3. Penderita segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan lebih lanjut.

Segera lapor ke Dinas Peternakan, untuk menunggu hasil penentuan diagnose anjing penggigit berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

SUMBER :

Sudardjat Sofjan. 2016. Pedoman Kegiatan Masyarakat dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Rabies edisi ke-2 tahun 2016. Jakarta : Gita Pustaka



Published by Admin

2018-05-21 07:07:57
Page Views : (1745)