Berita
    [ PT. PAECO AGUNG ] Jangan lupa masukkan email anda di kolom subscribe di bagian bawah halaman ini agar mendapat update terbaru dari kami    [ PT. PAECO AGUNG ] Kami mendukung program pemerintah untuk membatasi pemakaian antibiotik    [ PT. PAECO AGUNG ] Jangan lupa kunjungi terus website kami untuk mendapatkan info terbaru dari kami. Selamat beraktifitas!!!    [ PT. PAECO AGUNG ] Marhaban Yaa Ramadhan,.. Kami PT. PAECO AGUNG mengucapkan "Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan". Selama Bulan Ramadhan, Kantor kami tutup pukul 16.00 WIB.

UJI KEAMANAN DAN UJI POTENSI VAKSIN MASTITIS “MASTIVAC” PADA SAPI PERAH

- UJI KEAMANAN DAN UJI POTENSI  VAKSIN MASTITIS “MASTIVAC” PADA SAPI PERAH

       Telah dilakukan pengujian keamanan dan potensi terhadap vaksin “Mastivac” pada sapi perah di tiga wilayah di Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan dilakukan oleh FKH Universitas Gajah Mada pada pertengahan tahun 2014 hingga pertengahan 2015. Pengujian yang dilakukan adalah uji keamanan, uji efikasi dan uji tantang dari vaksin tersebut. Pada hasil uji keamanan vaksin mastitis menunjukkan bahwa penggunaan vaksin mastitis aman untuk sapi tanpa menunjukkan perubahan-perubahan atau gejala yang abnormal baik dosis tunggal maupun dosis ganda/dobel.

 

Tabel 1. Hasil Uji Keamanan Vaksin Mastitis

dengan Dosis Normal (satu dosis) dan Double Dosis

 

       Pada uji Efikasi, menggunakan pengujian CMT, didapatkan hasil bahwa kelompok sapi yang divaksin sekali satu dosis (I), kejadian CMT positif masih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok yang di vaksin 2 (dua) dosis dan diikuti booster (III), maupun kelompok divaksin diikuti booster dan dilakukan uji tantang. Kelompok sapi yang mendapatkan vaksin sekali dengan satu dosis ini ternyata tingkat kejadian CMT positif hampir sama dengan kelompok kontrol (Tidak divaksin sama sekali). Pengunaan vaksin satu dosis diikuti dengan booster adalah penggunaan vaksin yang paling efektif.

 

Tabel 2. Hasil Pengujian CMT Susu selama lima bulan

dari dua wilayah yang berbeda

Keterangan :

Kelompok I                        : sapi divaksin dengan 1 dosis

Kelompok II                      : sapi divaksin dengan 2 dosis

Kelompok III                     : sapi divaksin dilanjutkan booster

Kelompok IV                     : sapi divaksin dilanjutkan booster dan diuji tantang dengan isolate lapang

Kelompok V                       : sapi tidak divaksin

L : Laktasi

K : Kering Kandang

 

       Hasil uji serologis untuk mengukur antibodi dengan uji elisa tampak bahwa respon antibodi staphylococcus aureus adalah paling cepat naik dalam kadar yang tinggi dan terus meningkat sampai bulan ke 6 dan belum menunjukkan penurunan. Respon antibody terhadap streptococcus sp meningkat, tertinggi pada bulan ke 3, namun demikian sudah mulai mengalami penurunan pada bulan ke 4. Sedangkan responantibody terhadap E. Coli cenderung stabil diangka 0.11 sampai 6 bulan setelah di vaksin.

 

       Hasil uji serologis digunakan untuk mengukur antibody menggunakan uji elisa, Bahwa berdasarkan pola regresi linier, menunjukkan respon antibodi pada kelompok sapi perah yang di vaksin menggunakan mastivac terhadap tiga jenis antigen isolat lapang: staphylococcus, streptococcus, E.coli. Kenaikan respon antibodi pasca vaksinasi terhadap staphylococcus aureus memiliki kecenderungan tren naik,sedangkan streptococcus dan E.coli stabil. Hal ini salah satunya kemungkinan diakibatkan sapi tersebut sudah toleran terhadap E.coli/ seperti diketahui bahwa E.coli dapat ditemukan tidak hanya di dalam ambing saja tapi disaluran pencernaan sapi juga ada,sedangkan hasil pada kelompok ternak yang divaksin booster titer antibodi yang terbentuk lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanpa booster.

 

Diagram 1. Hasil Uji Triter Antibodi Vaksin Mastivac terhadap

Staphylococcus aerus, Streptococcus sp dan Escherichia coli.

 

Diagram 2. Hasil Uji Triter Antibodi Vaksin Mastivac dengan Bososter

terhadap Staphylococcus aerus, Streptococcus sp dan Escherichia coli.

 

 

       Sedangkan pada hasil uji tantang memberikan gambaran bahwa pada pengukuran TPC, rata-rata TPC menjadi negatif setelah ditantang,sampai dengan terjadi penurunan tpc. Hal ini diakibatkan bahwa dengan adanya vaksin, maka akan terbentuk antibodi. Antibodi yang terbentuk tersebut akan melapisi sel antigen dan mengakibatkan memudahkan difagosit oleh sel radang (pertahanan tubuh) seperti makrofag, sedangkan kebanyakan yang tidak divaksin 60% menunjukkan kenaikan TPC.

 

Tabel 3. Hasil pengukuran TPC dari Kelompok Sapi yang divaksin dengan

Kelompok Sapi yang tidak divaksin sebelum dan setelah diuji tantang dengan bakteri.

 

 

 

KEUNGGULAN MASTIVAC

  • Meningkatkan penyembuhan secara spontan
  • Meningkatkan efisiensi terapi antibiotic
  • Meningkatkan penyembuhan pada periode kering
  • Menurunkan perhitungan sel somatic pada tangki air susu
  • Menurunkan jumlah sel somatic perindividu
  • Menghasilkan air susu yang lebih sehat


Published by Admin

2018-05-21 07:07:19
Page Views : (936)